Editorial Berita

Liputan Topik Berita Pendidikan

0

Tawuran Antar Pelajar

tawuran pelajarEditorial Media: Tawuran Antar Pelajar. Kita semua prihatin, sebagai orang tua, guru maupun masyarakat luas. Kejadian tawuran antar pelajar di Jakarta bukan lagi merupakan permasalahan kota besar, melainkan sudah menjadi isu nasional. Kesemuanya memerlukan pengawasan dan langkah nyata peran dunia pendidikan dan orangtua serta masyarakat.

Harian Post Kota menulis: Wakil Ketua umum Pengurus Besar Aljam`iyatul Washliyah (PB Al Washliyah), Dr.H.Yusnar Yusuf MA, menilai  tawuran antar pelajar marak akibat nilai-nilai pendidikan agama masih kurang di sekolah, keluarga serta masyarakat. Karena itu, pencegahan kasus tawuran haruslah berkesinambungan serta melibatkan semua pihak.

Al Washliyah, tidak sependapat dengan tudingan pihak lain bahwa terjadinya aksi tawuran siswa akibat kesalahan kalangan pendidik. Siswa yang tawuran, jangan salahkan kepala sekolah. Ini masalah yang kompleks. Bukan hanya tanggungjawab kalangan pendidik saja, tapi semua pihak.

Sejumlah praktisi pendidikan Al Washliyah, juga mendesak kalangan pemerintah untuk mengkaji sistem pendidikan nasional lebih komprehensif lagi. Terpenting adalah menambah jam pelajaran agama pada sekolah-sekolah umum. Karena  dua jam mata pelajaran agama selama seminggu, tidaklah cukup. Sangat berbeda dengan mata pelajaran lain, seperti matematika atau yang lainnya.

Kemendikbud M Nuh menyimpulkan bahwa permasalahan sosial yang sedang berlangsung ini perlu dicarikan solusinya dan tidak perlu menyalahkan pihak-pihak tertentu. “Sekali lagi ini bukan persoalan yang ringan. Sungguh sangat berat sekolah itu untuk mengurusi masalah tersebut. Ini persoalan-persoalan sosial yang kompleks, apalagi yang melekat pada sang anak itu (tersangka AD), saya tidak percaya.”

“Ini bukan sekadar masalah pendidikan saja yang kemudian dibebankan pada pihak sekolah semata. Saya yakin, kepsek dan guru juga berat untuk mendidik anak-anak yang memiliki beban sosial seperti itu,” tambah Beliau, seperti yang ditulis di Kompas.com.

Sementara itu, antaranews.com menurunkan berita  hasil investigasi Komisi IIIDPDRItentang tawuran antara SMA 6 dan SMA 70 Jakarta, menunjukkan sekolah bisa disalahkan.

“Mengenai tawuran SMA 6 dan 70, kami melihat upaya yang dilakukan guru maksimal. Jam belajar siswa dibuat sangat padat mulai pukul 7.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Pengawasan sekolah mengenai barang-barang siswa juga baik, tidak ada yang membawa barang-barang berbahaya.”

Tawuran antar pelajar SMA elit Jakarta itu lebih dipengaruhi eksternal sekolah. “Saat tawuran ada orang yang `suplay` alat-alat, apa saja disediakan. Selain itu, banyaknya warung di sekitar sekolah juga dicurigai menjadi tempat menitip barang-barang berbahaya. Kami minta aparat menyelidiki warung. Harus dirazia, atau dipindahkan.”

Post comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Recent Posts

Categories

Archives

Random Pengajar

  • ~ Siti Ullum Wuryandari

    siti ullum" Siti Ullum Wuryandari SPd lahir di Jember tanggal 23-06-1974. Jabatan di SDN Kacok 2 adalah sebagai guru honor sekolah dengan NUPTK : 8955752655300002. Bergabung mulai tahun 2004"

  • PTK selengkapnya »